Father's Prayer
by: Rev. Robby Moningka

source: Internet
Build me a son, O Lord, who will be strong enough to know when he is weak, and brave enough to face himself when he is afraid; one who will be proud and unbending in honest defeat, and humble and gentle in victory.
Build me a son whose wishbone will not be where his backbone should be; a son who will know Thee... Lead him, I pray, not in the path of ease and comfort, but under the stress and spur of difficulties and challenge. Here let him learn to stand up in the storm; here let him learn compassion for those who fail.
Build me a son whose heart will be clean, whose goal will be high; a son who will master himself before he seeks to master other men; one who will learn to laugh, yet never forget how to weep; one who will reach into the future, yet never forget the past.
And after all these things are his, add, I pray, enough of a sense of humor, so that he may always be serious, yet never take himself too seriously. Give him humility, so that he may always remember the simplicity of greatness, the open mind of true wisdom, the meekness of true strength.
Then I, his father, will dare to whisper, “I have not lived in vain. Amen.”
Dalam Alkitab juga ada doa seorang ayah yang dipanjatkan bagi putranya yaitu doa yang dinaikkan oleh Raja Daud bagi Salomo putranya yang menggantikan dia serta meneruskan tugas dan tanggung jawab dari Tuhan untuk memimpin bangsa Israel. Doa yang sarat dengan pengajaran dan teladan untuk setiap kita (khususnya yang telah menjadi ayah) ini dicatat dalam Mazmur 72. Daud berdoa memohon berkat bagi Salomo terutama memberikan ia hikmat dan bijaksana untuk memerintah umat Tuhan dengan keadilan.
John Calvin mengatakan bahwa ini adalah doa yang akan memperlengkapi Salomo memerintah sebagai raja yang telah dipilih Tuhan dengan penuh ketulusan dan bijaksana. Daud berdoa agar Salomo dapat memerintah dengan adil khususnya terhadap orang yang miskin dan tertinda seraya bertindak tegas terhadap para pemeras (ayat 2-4 & 12-14). Doa ini pun merupakan nubuat yang menggambarkan saat di mana Tuhan Yesus (yang juga adalah Anak Daud) akan memerintah umat-Nya waktu Ia datang untuk kedua kalinya sebagai Raja di atas segala raja (Filipi 2:10-11).
Menyimak kedua doa ini, saya mengamati ada satu prinsip dasar yang dapat kita kaji dalam doa Raja Daud maupun MacArthur yaitu agar Tuhan memberkati dan memberikan kekuatan bagi Salomo dan Arthur melewati lika-liku perjalanan kehidupan yang tidak mudah dalam apa pun yang menjadi tugas dan tanggung jawab mereka. Inilah kerinduan Daud serta MacArthur yang saya yakin juga menjadi kerinduan setiap kita bagi anak-anak kita. Masalahnya adalah, adakah kita juga mendoakan anak-anak kita sebagaimana Daud atau MacArthur?
Biarlah saat kita merayakan “Father’s Day” tahun ini setiap kita terutama mereka yang telah Tuhan percayakan untuk menjadi ayah dan “dititipkan” anak sebagai anugerah dari Tuhan juga memiliki kerinduan dan semangat untuk mendoakan anak- anak kita sebagaimana teladan dari Daud atau MacArthur. Marilah kita berdoa dan menjadi teladan bagi anak-anak kita yang merupakan generasi penerus tugas dan tanggung jawab kita sebagai umat Tuhan di muka bumi ini agar mereka dapat hidup sesuai dengan Firman Tuhan sebagaimana yang telah mereka lihat dari ayah mereka sebagai teladan.
Mengakhiri Kata Gembala ini mari setiap kita menyampaikan rasa syukur kepada Tuhan yang telah memberikan kepada kita seorang ayah yang telah mengasuh dan membesarkan kita sebagai anak. HAPPY FATHER’S DAY! (RCM)
September 2010
Father's Prayer
August 2010
What About Me?
Euphemism
IKAN
February 2010
American Idol
January 2010
Tahun Baru 2010
HOME