K A T A    G E M B A L A

American Idol
by: Rev. Robby Moningka


AMERICAN IDOL adalah acara TV di Amerika Serikat yang terkenal di seluruh dunia dalam dekade terakhir ini. Acara yang diperkenalkan oleh selebriti asal Inggris Simon Fuller ini adalah ajang untuk mencari sosok pribadi yang bersuara apik dengan penampilan menarik untuk didaulat menjadi idola masyarakat AS (dan dunia) khususnya kaum muda. Tak pelak lagi sejumlah besar kawula muda berduyun-duyun datang ke tempat seleksi untuk melakukan audisi di hadapan tim juri yang diketuai oleh Simon Cowell.

Mereka berdatangan dari segala penjuru menuju ke kota tempat berlangsungnya American Idol Auditions, bahkan antri sejak subuh hingga malam hari. Mereka rela diterpa angin dingin, terik matahari, serta berbagai kendala yang melelahkan secara fisik dan mental demi secercah impian 'to be American Idol'.

Ada peserta yang begitu yakin dan PD (percaya diri) bahwa ia akan menjadi the next American Idol, tetapi ketika tampil di depan juri hasilnya amat mengecewakan. Tidak sedikit peserta yang begitu kecewa dan emosional sampai marah-marah dan memaki-maki juri dengan perkataan yang tidak pantas. Ada juga yang begitu sedih sehingga menangis tersedu-sedu seolah hari depannya sudah tamat dan dunia telah kiamat. Sebaliknya mereka yang berhasil lulus seleksi dan berhak untuk tampil dalam babak berikutnya begitu gembira dan terharu seolah tidak percaya bahwa mereka bisa terbang ke Hollywood di mana mereka akan mengikuti tahap kompetisi berikutnya.

Menarik pula bahwa ada pendeta yang ikut beraudisi dan ternyata lulus pula sehingga salah satu juri sempat bertanya bagimana dengan gereja dan pelayanannya bila ia berada di Hollywood. Tidak heran kalau begitu banyak orang tertarik menjadi American Idol karena di tengah berbagai krisis dan kesulitan hidup yang melanda saat ini, menjadi 'idola' sungguh menjajikan perubahan dan kehidupan yang penuh glamor dan sukses. Bahkan ada kontestan yang berhasil mendulang jutaan dolar dalam koceknya karena ia dikontrak oleh perusahaan rekaman meskipun tidak berhasil menjadi juara.

Bagaimana dengan kita sebagai gereja yang telah dipilih dan dipanggil Tuhan Yesus menjadi umatNya (1 Petrus 2:9-10)? Kita sungguh bersyukur karena setiap kita dipilih Kristus tanpa harus melakukan "audisi" apa pun karena Dia tahu seandainya kita harus "beraudisi" maka tidak ada seorang pun dari kita yang akan lulus karena kita semua telah berdosa di hadapan Tuhan Sang Juri Agung (Roma 3:23). Namun, kita juga tidak boleh lupa bahwa untuk menebus dan membebaskan kita dari dosa, Kristus telah menanggung segala hukuman yang seharusnya ditimpakan bagi kita (Yesaya 53:4-6).

Melalui karya keselamatan yang Kristus kerjakan, kita sebagai umat-Nya beroleh pengampunan dan bebas dari penghukuman akibat dosa. Kita dipulihkan dari hidup lama yang penuh dengan penderitaan di dunia yang sementara ini dan beralih menuju ke kehidupan baru, yang penuh sukacita, berlimpah kasih karunia dan kekal bersama Bapa di surga. Kalau American Idol tidak menjanjikan kepastian dan hanya bersifat sementara saja, maka Kristus menjanjikan jaminan kepastian yang abadi selamanya karena Ia adalah Anak Allah dan bukan ilah (idol).

Mengakhiri Kata Gembala ini marilah kita mensyukuri karya keselamatan Kristus yang telah dianugerahkan bagi kita seraya hidup dengan penuh kesetiaan dan ketaatan kepadaNya serta giat memberitakan Injil bagi sesama kita. (RCM)

ARCHIVE
2010 | 2009 | 2008

September 2010
Father's Prayer

August 2010
What About Me?
Euphemism
IKAN

February 2010
American Idol

January 2010
Tahun Baru 2010

Copyright ©2008 IRC Sydney   ♥   Webmaster: irc.webadmin@gmail.com