K A T A    G E M B A L A

Greg Page
by: Rev. Robby Moningka



GREG PAGE adalah nama seorang pria yang amat populer di Australia dan dunia (kecuali di Indonesia mungkin). Namanya meroket bersamaan dengan kesuksesan grup musik The Wiggles di mana Greg bersama dengan tiga orang rekannya Anthony Field, Murray Cook, dan Jeff Fatt bergabung. Berbekal keterampilan olah vokal dan kepiawaian bermain alat musik yang dipadu dengan lagu riang plus lirik yang sederhana serta gerakan tubuh yang atraktif mereka dikenal sebagai "The band that rocks the craddle".

Greg dan rekan-rekannya yang mengambil studi Early Childhood Education di Macquarie University ini memang jeli melihat peluang dalam dunia entertainment dengan pasar yang kurang digarap yakni anak-anak. Dalam waktu singkat lagu-lagu The Wiggles seperti Rock a Bye Your Bear, Hot Potato, Fruit Salad menjadi terkenal dan digemari anak-anak. Otomatis album rekaman baik CD maupun video/DVD mereka laris manis dan mendatangkan keuntungan besar bagi sponsor/produser mereka ABC (Australian Broadcasting Corporation). Belum lagi hasil dari penjualan berbagai barang-barang promosi seperti T-shirt, sticker, tas, topi, dsb yang menjadi komoditi bisnis yang tidak kalah menguntungkan. Berbagai penghargaan pun diberikan sebagai bentuk apresiasi atas peran The Wiggles dalam memberikan hiburan serta pendidikan bagi anak-anak di seluruh dunia dalam kurun waktu lebih dari 15 tahun.

Namun sayang, bulan November 2006 Greg (terlahir Gregory John Page di Sydney 16 Januari 1972) harus mengakhiri kariernya sebagai vokalis utama dari The Wiggles. Ia tidak mampu melakukan semua talentanya karena menderita penyakit yang unik yaitu Orthostatic Intolerance yang menyebabkan ia sering pingsan, cepat lelah, sering gemetar, dan tidak bisa berbicara dengan lancar. Karier Greg yang juga dikenal sebagai The Yellow Wiggle ini berakhir secara tragis dan harus digantikan oleh Sam Moran yang sebelumnya menjadi penyanyi dan penari pendamping dari The Wiggles.

Ada beberapa hal yang menarik dari kisah Greg Page sehingga ia tersua dalam Kata Gembala terakhir tahun 2008 ini. Pertama, beberapa hari yang lalu Greg diwawancara di televisi dan menjelaskan keadaannya saat ini yang amat memprihatinkan. Greg mengatakan bahwa kedua orangtuanya perlu waktu sekitar enam bulan untuk membalas semua surat simpati dari para penggemarnya. Kedua, Greg mendirikan yayasan The Greg Page Fund of Orthostatic Intolerance yang menjadi sponsor untuk meneliti dan menemukan penyebab sekaligus cara mengobati penyakitnya yang unik ini.

Menjelang berakhirnya tahun 2008 ini, saya mengajak segenap jemaat untuk belajar dari kehidupan Greg Page lalu mengkajinya dengan kehidupan kita pribadi seraya mengingat firman Tuhan: "Pikirkanlah yang di atas, bukan di bumi." (Kolose 3:2). Segala kesuksesan serta berbagai talenta yang ada dalam hidup kita semua bisa sirna dalam sekejap mata. Bisa akibat penyakit unik seperti yang dialami Greg maupun melaui berbagai kemungkinan lainnya bila Tuhan mengizinkannya terjadi pada diri kita. Itu sebabnya janganlah kita terlena apalagi menjadi sombong, lalu lupa diri dan Tuhan yang memberikan semua keberhasilan tersebut. Mari kita mensyukuri setiap hal yang telah Tuhan berikan untuk kita selama berada di bumi dan mengaitkannya dengan "perkara yang di atas" yang bernilai kekal sehingga kita pun dapat berkarya untuk Tuhan sesuai rencana dan kehendak-Nya dan menjadi berkat bagi sesama kita.

Kita tidak usah menanti sampai kita menderita penyakit aneh yang tak tersembuhkan atau masalah lainnya baru tergerak untuk mendirikan yayasan untuk berupaya mencari solusi. Biarlah mengakhiri tahun 2008 ini kita boleh bertekad untuk lebih giat bekerja di ladang Tuhan dan melayani Dia lebih optimal di tahun yang akan datang. Happy New Year 2009! (RCM)

Copyright ©2008 IRC Sydney   ♥   Webmaster: irc.webadmin@gmail.com