Tanpa Judul
by: Rev. Robby Moningka
KATA GEMBALA kali ini saya tulis agak berbeda dari biasanya. Jujur saja, sebenarnya ada banyak halyang ingin saya sampaikan (baca: tuliskan dalam Kata Gembala ini), tetapi ternyata tidak bisa tersalurdengan baik. Persis seperti saluran limbah (di got atau selokan) permukiman kumuh di Jakarta yang mampet akibat masyarakat yang membuang sampah sembarangan. Saya sudah berusaha duduk di depan komputer dan mencoba menuangkan berbagai pemikiran dan ide yang muncul seraya mengetik huruf-huruf pada keyboard komputer saya.
Namun, hasil tulisan yang tampil di monitor ternyata tidak sebagaimana yang saya inginkan meskipun saya sudah mengerjakan ulang berkali-kali hingga larut malam menjelang pagi! Mengetik lalu membaca ulang dan kemudian mendelete apa yang sudah diketik, itu saja yang praktis saya kerjakan hingga mata saya merah dan berair karena lelah. Saya lalu mencoba mengendapkan apa yang dipikirkan saat saya berbaring sebelum tidur dan berharap ketika saya bangun ada hal yang "fresh" dan baru untuk dibagikan kepada jemaat.
Sayang, ternyata berbagai pemikiran yang berkecamuk menjelang tidur justru membuat saya sulit tidur bahkan terkadang disertai dengan mimpi buruk yang membuat pikiran justru semakin butek bak air kolam ikan yang menjadi keruh setelah diobok-obok (teringat lagu Joshua yang sempat populer di Indonesia beberapa tahun yang lalu). Saya bahkan merasa seperti ikan kecil yang berada di dalam kolam yang menjadi mabuk sebagaimana syair lagu yang kurang edukatif bagi anak-anak tersebut.
Pergumulan dalam perjalanan kehidupan dan pelayanan memang selalu membuat saya dan mungkin juga kita semua mengalami dilema seperti ini. Tidak jarang kita bahkan merasa berada dalam situasi yang seperti kata pepatah "Sudah jatuh (tapi masih) tertimpa tangga pula." Jalan hidup kita seperti masuk ke gang yang buntu lalu terbentur tembok atau mungkin juga berada di tubir jurang yang siap menghabiskan nyawa kita. Seperti Daud yang berseru: "Allahku, Allahku, mengapa Engkau meninggalkan aku" Aku berseru, tetapi Engkau tetap jauh dan tidak menolong aku?? (Mazmur 22:2)
Mazmur yang berjudul "Nyanyian rusa di waktu fajar" ini sebenarnya merupakan nubuat bagi penderitaan Kristus saat Ia menanggung murka Allah akibat segala dosa kita di atas kayu salib. Itu sebabnya walaupun berada dalam berbagai pergumulan yang berat dan sulit setiap kita diingatkan bahwa Kristus telah mati dan menebus kita umat-Nya. Ia juga telah mengutus Roh Kudus setelah Ia bangkit dan naik ke surga untuk tinggal mendampingi dan menghibur kita (Yohanes 14:26, 15:26 & 16:7).
Maka melalui Kata Gembala "tanpa judul" kali ini, saya mengajak segenap jemaat yang mungkin sedang grumpy dan moody dalam kegalauan menghadapi dinamika pergumulan hidup yang nyaris tidak menentu ini untuk bertekun dalam iman (Kolose 1:23). Saya juga mengimbau mereka yang ada dalam kondisi dan situasi yang sebaliknya agar bersyukur seraya mengingat serta mendoakan mereka yang tidak dalam comfort zone ini.
Mengakhiri Kata Gembala ini, saya juga mengingatkan bahwa terlepas dari apapun yang terjadi dan bagaimanapun situasi dan kondisi kita saat ini, kita tahu bahwa Tuhan yang telah menebus dan menyelamatkan kita adalah Tuhan yang setia (1 Tesalonika 5:24) dan Ia akan menggenapi segala rencanadan kehendak-Nya untuk kebaikan kita semua. (RCM)
November 2009
Tanpa Judul
July 2009
Aie
Institutio
Pilpres 2009
June 2009
Propaganda
Ventriloquism
Number 6 & Letter F
Oom Herman
May 2009
Sidang Sinode CRCA - 3
Sidang Sinode CRCA - 2
Sidang Sinode CRCA - 1
Snake Flu
TGIF - 3
April 2009
TGIF - 2
Susan Boyle
TGIF
In, To, For - Sins
March 2009
Yad Vashem
Yale and Haerter
Kampanye
Mobokrasi
February 2009
Api
Katarak
DNP
Zack Eswine
January 2009
Joni
Merckel
Jett Travolta
Lia
HOME